Hubungan Antara Bom Di Carlton Marriott Dan Bocoran SMS Hasil Pilpres
Ditulis oleh Dedhy Kasamuddin di/pada 18 Juli 2009
Ada berita yang mencengangkan tentang hubungan bocoran SMS hasil PILPRES yang kabarnya suara SBY-Boediono hanya 47,32%, dan kemudian disusul secara tiba-tiba ledakan Bom beruntun di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta. Adakah hubungannya….???
Sejak dua hari terakhir beredar pesan singkat elektronik (SMS) yang menyatakan jika perolehan suara pasangan SBY-Boediono hanya mencapai 47 persen. SMS menyebutkan jika sumber informasi dari seorang peneliti di lembaga International Foundation of Electoral System (IFES) berinisial YD.
IFES adalah organisasi nirlaba asal Amerika Serikat yang menyokong KPU untuk tabulasi elektronik dengan memanfaatkan teknologi SMS. IFES mengumpulkan data hasil pilpres yang dikirimkan ketua-ketua KPPS melalui SMS.
SMS berbunyi: “Tahukah Anda kenapa tabulasi KPU dihentikan? Info dari YD peneliti IFES, dilarang dipublikasikan karena tabulasi akhir yaitu, SBY-Budi 47,32%, Mega-Pro 32,15%, JK-Win 20,53%. Sebarkan kabar baik ini kpd yg lain, tks.”
Namun berita-berita miring tentang Pilpres itu akan segera berlalu. Barusan di hari ini ada berita lain yang lebih seru, rentetan peledakan bom di ibukota Jakarta.
Setelah sekian lama tak terdengar kabar beritanya, dan lagi pula dedengkot-dedengkotnya juga sebagian besar sudah tertangkap, serta tak ada didahului oleh tanda-tanda adanya tuntutan-tuntutan tertentu dari pihak teroris, tiba-tiba bom meledak kembali di hotel JW Marriot, dan di hotel Ritz Carlton, serta di Muara Angke.
Namun berita-berita miring tentang Pilpres itu akan segera berlalu. Barusan di hari ini ada berita lain yang lebih seru, tentang rentetan peledakan bom di ibukota Jakarta.
Setelah sekian lama tak terdengar kabar beritanya, dan lagi pula dedengkot-dedengkotnya juga sebagian besar sudah tertangkap, serta tak ada didahului oleh tanda-tanda adanya tuntutan-tuntutan tertentu dari pihak teroris, secara tiba-tiba bom meledak kembali di hotel JW Marriot, dan di hotel Ritz Carlton.
Apa motifnya ?. Apa maksud dan tujuannya ?. Apa pula tuntutannya ?. Masih samar apa maunya, namun yang jelas ledakan itu TELAH MEMBATALKAN KEDATANGAN MANCHESTER UNITED.
Dan, tentunya headline berita di media massa arus utama pada hari-hari selanjutnya akan disita isinya oleh ulasan tentang bom di pasca Pilpres yang finalisasinya masih meninggalkan bermacam soal sebagai ikutan konsekuensi dari kelemahan pelaksananya.
Siapapun pelaku pemboman itu, tentulah empati dan simpati kita harus ditujukan kepada mereka yang telah menjadi korbannya. Mereka yang meninggal dunia semoga Allah SWT melapangkan alam kuburnya, dan semoga diterima segala amal ibadahnya.
Mereka yang ditinggalkannya semoga Allah SWT memberikan keikhlasan dan ketabahan serta kelapangan kehidupannya. Mereka yang terluka semoga Allah SWT meringankan penderitaannya, dan semoga dijadikan sebagai penghapus semua kekhilafan dan dosanya. Mereka yang selamat semoga menjadi bertambah rasa syukur kepada-Nya. Amin Ya Robbal Alamin.
Juga kepada kita semua, semoga Allah SWT berikan barokah di sisa umur kita, dan semangat memacu amal ibadah kita, serta selalu diberikan hidayah-Nya sehingga senantiasa ingat bahwa ada kehidupan abadi di alam akhirat nantinya sesudah kehidupan kita di dunia yang fana ini.
Wallahualambishshwab.






































omagus berkata
??????…
belom berani komentar banyak..
AXOGY MAGELANG berkata
Turut bela sungkawa kepada segenap keluarga korban, semoga karunia, nikmat senantiasa terlimpah untuk kesejahteraan keluarga korban pengeboman di Rizt Carlton dan JW. Marriott.
Peristiwa BOM ini membuka mata kita dan menambah persoalan bangsa ini dalam upaya mencapai cita – cita para pendiri NKRI. Namun begitu tetaplah kita sesama anak bangsa untuk bersatu padu menyelesaikan persoalan – persoalan yang ada sebagai ladang amal kita disemua profesi. Insya Allah akan kita temukan kemakmuran di kemudian hari
andreas berkata
Duka cita yang dalam. Hentikan Diam Kita, Tolak Kekerasan!
Bunga Bukan Bom…. Kasih Bukan Kekerasan….
Jangan dilupakan pula kita mesti melawan kekerasan oleh negara dan kekerasan sistimik/struktural karena tatanan sosial ekonomi yang tidak adil…..
Pembunuh-pembunuh itu memang pengecut. Tapi kita mestinya juga tegas menolak siapa pun yang mempolitisir musibah ini untuk kepentinganya, alias memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan. Mereka sama pengecutnya. Dalam kasus ini mereka sama-sama berlaku pengecut, yang pertama pengecut dan pembunuh, yang kedua pengecut dan pembohong…….
Blog Dofollow berkata
Memang masih misterius sekali hal ini.. Misalnya kamera CCTV yang (sepertinya) memang sudah di set untuk memantau orang yang meledakkan bom tersebut..
Bw, salam kenal mas..
andri berkata
ANJING KAU TERORIS GW BOM LAGI DIA DIMANA TMPT NYA GW BOM GW BNUH KELUARGA NYA GW HAJAR DIA GW KILL DIA