Waahh!!! Jenazah Noordin M Top Diperebutkan
Ditulis oleh Dedhy Kasamuddin di/pada 30 September 2009
Lusinan warga Malaysia maju ke depan dan mengaku sebagai saudara Noordin M. Top, yang tewas oleh polisi Indonesia, dan menginginkan jasad Noordin dikembalikan pada mereka. Demikian laporan UPI, Selasa 29 September 2009.
Noordin M Top, 41 tahun, tewas dalam baku tembak dengan polisi di Solo dua pekan lalu, mengakhiri perburuan polisi selama sembilan tahun terhadap gembong teroris itu.
Noordin M. Top, warga negara Malaysia dan pimpinan dari faksi Jemaah Islamiah, diburu karena dianggap bertanggungjawab atas sejumlah pengeboman di Indonesia. Sejak dari bom Kedutaan Australia, JW Marriott I, dan bom Bali II.
Polisi mulai memburu Noordin setelah aksi bom bunuh diri menguncang hotel JW Marriot dan Ritz Carlton bulan Juli lalu. Bom bunuh diri ini menewaskan beberapa warga asing. Bom itu sendiri merupakan serangan terbaru sejak Agustus 2003 saat JW Marriott diserang dengan bom mobil sehingga menewaskan 12 orang dan melukai 150 orang lainnya.
Sekretaris Jenderal Departemen Dalam Negeri Malaysia Datuk Seri Mahmood Adam mengatakan pengembalian jasad Noordin ke Malaysia tidak semudah seperti dugaan semula. Pasalnya, banyak pihak yang mengklaim jasad itu dan hendak menguburkannya.
“Kami harus mengecek dulu klaim ini sebelum memperbolehkan jasad itu dibawa pulang ke Malaysia,” kata Datuk Adam. Ia sendiri tak menyebut secara pasti berapa jumlah orang yang mengaku saudara dan mengklaim berhak atas jasad Noorsin itu.
Adam memperkirakan jasadnya akan tiba di Malaysia pekan depan. “Dia akan dimakamkan di Pontian, kota tempat tinggalnya.”
Noordin sendiri sudah menikah beberapa kali selama dalam masa perburuan. Selain satu istri di Malaysia, ia juga memiliki dua istri di Indonesia.
Polisi sendiri berencana akan mengembalikan jasad Noordin ke istri pertamanya, Siti Rahmah Rusdi. Siti Rahmah tinggal di negara bagian Johor dan memiliki tiga anak. Celakanya, menurut pengacara, dua istri Noordin di Indonesia juga berharap agar Noordin dimakamkan di Indonesia.
Sampai tewas pun, mayat Noordin masih menjadi rebutan.





































