Waahh…!!! DPR Lagi-Lagi Tidur Nyenyak Soal Kriminalisasi KPK
Ditulis oleh Dedhy Kasamuddin di/pada 2 November 2009
Politisi PAN Abdillah Toha menilai DPR “tertidur” dan politisi “mati suri” sehingga mendorong rakyat bergerak meneriakkan aspirasinya melalui berbagai media, terkait kasus penahanan pimpinan KPK nonaktif Bibit Waluyo – M Chandra.
“Situasi terkini jelas membuktikan bahwa ketika DPR “tertidur ” dan politisi ’mati suri’, maka “DPR jalanan” bergerak sekaligus menjadi alternatif perjuangan rakyat untuk meneriakkan aspirasinya, antara lain melalui “dunia maya”,” katanya di Jakarta, Minggu malam.
Anggota MPP PAN ini menambahkan, itulah dunia komunikasi modern dan media terkini yang belum sepenuhnya dipahami oleh para politisi itu.
“Sementara itu, konferensi pers Presiden SBY (tentang kasus penahanan Bibit-Chandra), menurut saya tidak menjawab keprihatinan masyarakat luas. Masalahnya kan bukan sekadar proses hukum yang harus dihormati, tetapi sudah menjurus kepada krisis hukum dan kepercayaan atau “trust of public”,” tegasnya.
Yang terjadi d sini, tambahnya, bukan pula hanya masalah orang per orang. “Tetapi terkesan ada masalah kesewenang-wenangan sebuah lembaga pengayom masyarakat (polisi). Jadi, bagi saya, bukan tidak ada kriminalisasi KPK, tapi ada, dan dilakukan melalui anggotanya,” ungkapnya.
Sayang sekali, demikian Abdillah Toha, hal ini terjadi ketika pemerintah sedang memusatkan perhatian kepada pertemuan puncak 100 hari pertama Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) ke- II, yang salah satu pendukungnya Partai Amanat Nasional.
Presiden Boleh intervensi
Abdillah Toha kemudian menyatakan, kepemimpinan seseorang (harus) diuji ketika ada krisis. “Dan dalam krisis, Presiden sesungguhnya dibolehkan (melakukan) intervensi ,” ujarnya.
Hal itu, menurut Abdillah , bisa dilakukan kepada bawawahannya, termasuk Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri, tanpa harus melanggar hukum. “Karena, Kapolri itu kan diangkat dan diberhentikan oleh Presiden, dan bertangung jawab kepadanya. Ingat, bersikap pasif berarti membiarkan dan merestui. Disinilah kita perlu memberi ’support’ kepada pimpinan kita itu,” kata Abdillah Toha lagi.






































Cak Win berkata
Setuju Bos
jhonson blog berkata
ampoen dah liat dpr..gakl tau lagi lah mau ngomong apa lagi
omagusnet berkata
pemandangan lama..!
nggak ada perubahan..?
Amri MF berkata
Mimpi menculik miyabi, coba kalo di DPR ada miyabinya pasti mereka semangat
pu sing berkata
I love you full..ha..ha..liat ga tuh ilernya netes.
inrow berkata
Eko Patrio masih sering nge MC di TV, gimana ya.. bakalan lihat dia tidur waktu sidang???
dismas070492 berkata
enake rek….
Inspirasi Pemuda berkata
wah wah wah… yang kayak gitundak usah dibayar pakk..
Dedhy Kasamuddin berkata
@Inspirasi Pemuda
Betul mas… klo anggota DPR yg kayak gituan mah ga usah dibayar… bikin abis uang rakyat aja..